Kenapa orang 'Kelewat Pintar' Tidak Pernah Kaya?


Anda mungkin tahu atau kenal seseorang yang otaknya sangat encer dan mencoba untuk memulai bisnis tapi tidak pernah benar-benar berhasil?

Mungkin saja itu adalah teman Anda, saudara Anda atau mungkin itu Anda sendiri?

Saya punya beberapa teman dengan gelar akademik tinggi, cumlaude, prestasi luar biasa dan otak pun sangat encer yang seharusnya bisa menjadi miliarder.

Mereka cerdas, ngerti teknologi, pekerja keras. Beberapa dari mereka bahkan lulusan dari universitas ternama di luar negeri dan lingkaran pergaulan mereka sudah tidak diragukan lagi.

Mereka seolah-olah punya segala sesuatu yang didambakan oleh orang lain, tapi kenapa mereka tidak pernah benar-benar 'strike' dan kaya?
 
Ya, mereka 'kelewat pintar'.

Saya berharap saya bisa menyadarkan mereka untuk segera lakuin A-Z dan eksyen tanpa harus mikir terlalu panjang.

Kebiasaan orang yang kelewat pintar :
- Menimbang-nimbang sebuah keputusan dengan penuh perhatian dan LAMA!
- Memastikan dulu pilihan-pilihan yang ada di depan mereka itu menguntungkan atau tidak
- Melakukan riset dulu kompetitornya siapa dan keadaan pasar seperti apa
- Baca, dan mempelajari sesuatu dalam waktu yang lama

Kemudian tidak melakukan apa-apa pada akhirnya.

Mereka sampai pada kesimpulan seperti

"Kesempatan emas ini sudah lewat masanya. Saya tunggu kesempatan lain saja."

"Saya sudah selesai meriset peluang ini, tapi sepertinya sudah telat. Next sajahhhh"

10 tahun kemudian mereka akan tetap miskin dan merenungkan kenapa mereka bisa miskin.

Apa yang salah?

Seperti yang pernah saya bilang tentang 'over-analysis'.

Mereka senangnya menganalisa, menganalisa dan menganalisa. Analisanya berlebihan dan tidak pernah benar-benar mengambil keputusan dan menjalankannya!

Anda juga demikian?

Menghabiskan sebagian besar waktu Anda membaca blog, forum dan menyendiri tanpa ada tindakan nyata?

atau Anda sudah menjalankan bisnis online Anda tapi belum menghasilkan dan langsung banting setir?

Solusinya apa?

Perhatikan gambar berikut:



ada 4 tingkat kompetensi manusia:

1. Unconscious competence - Tidak tahu kalau ternyata dia tidak kompeten

2. Conscious incompetence - Tahu kalau ternyata dia tidak kompeten 

3. Conscious competence - Tahu kalau ternyata dia kompeten

4. Unconscious competence - Tidak tahu kalau ternyata dia kompeten

Saya beritahu Anda...

Faktanya adalah kebanyakan manusia tidak menyadari kalau ternyata dia tidak kompeten di dalam suatu bidang sampai ketika dia diberitahu dan mau belajar. (level unconscious competence)

Anda mungkin saat ini masih riset, masih mempelajari apa yang benar-benar bisa mendatangkan uang di bisnis online.

Namun saya bisa langsung memberitahukannya kepada Anda jawaban yang sedang Anda cari-cari itu :)

Apa yang salah dengan riset Anda?
1. Anda mungkin saja tidak tahu apa yang sedang Anda cari.
2. Anda tidak tahu apakah keputusan Anda sudah benar atau tidak.
3. Anda mungkin sedang menghabiskan waktu Anda.

Jika Anda saat ini sering galau karena kerjaannya hanya menganalisa, membaca, meriset dan belum memulai sebuah bisnis online yang benar-benar bisa mendatangkan penghasilan buat Anda, Anda butuh seseorang yang bisa mentor Anda untuk membimbing Anda. 





VIP Aplikasi :
Line Gratis Tema => Disini
Joox Premium Gratis => Disini
Spotify Premium Gratis => Disini
Previous
Next Post »
Thanks for your comment