Perbedaan Sistem Ekonomi Kapitalis, Sosialis dan Campuran

prinsip ekonomi dan negara mana negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis sosialis dan campuran.


Perbedaan Sistem Ekonomi Kapitalis, Sosialis dan Campuran disertai tabel perbedaan, keunggulan berdasarkan prinsip ekonomi dan negara mana negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis sosialis dan campuran. 

A. Ekonomi Kapitalisme: Sistem Perusahaan  Swasta dan Kompetisi 

Sebagian besar negara-negara industri menerapkan sistem ekonomi berbasis sistem perusahaan swasta, yang disebut juga dengan kapitalisme, atau ekonomi pasar.

Sistem perusahaan swasta memberi imbalan bagi perusahaan karena memenuhi kebutuhan  dan permintaan konsumen. Pemerintah cenderung memilih untuk tidak campur tangan mengendalikan kepemilikan bisnis, keuntungan, dan alokasi sumber daya.

Sebaliknya,  kompetisi mengatur kehidupan ekonomi, menciptakan peluang, dan tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku bisnis agar sukses. Salah satu aspek bisnis yang akan Anda jumpai dalam sistem perusahaan swasta adalah bonus pegawai.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui beberapa peraturan tentang bonus. Anda dapat membaca htur “Etiket Bisnis” untuk mendapatkan beberapa saran.

Sifat kompetitif yang relatif disuatu industri merupakan pertimbangan penting bagi setiap perusahaan karena menentukan mudah tidaknya dan biaya-menjalankan bisnis di industri tersebut. Empat jenis kompetisi dijalankan di sistem perusahaan swasta: kompetisi murni. kompetisi monopolistik/monopolistis, oligopoli, dan inonopoli.

Pada Tabel ini menyoroti perbedaan utama keempat jenis kompetisi ini.

Tabel perbedaan sistem ekonomi kapitalis sosialis dan campuran



Kompetisi murni (pure competition) adalah struktur pasar, seperti pertanian atau perikanan Skala kecil, yang di dalamnya sejumlah besar pembeli dan penjual saling bertukar Produk Produk homogen dan tidak ada satu partisipan pun yang berpengaruh signifikan terhadap harga-harga. Sebaliknya, harga-harga ditentukan oleh pasar itu sendiri seiring berinteraksinya penawaran dan permintaan.

Perusahaan-perusahaan dapat dengan mudah memasuki atau meninggalkan pasar yang murni kompetitif karena tidak ada perusahaan yang mendominasi. Selain itu, dalam kompetisi murni, pembeli tidak banyak melihat perbedaan pada barang dan jasa yang ditawarkan oleh berbagai kompetitor.

Perikanan dan pertanian merupakan contoh tepat dari kompetisi murni. Gandum yang ditanam dan dijual oleh seorang petani di Midwest pada dasarnya sama persis dengan yang dijual oleh petani lain. Ketika curah hujan dan suhu-memengaruhi pertumbuhan gandum,harga komoditas ini naik atau tarun sesuai dengan hukum penawaian dan permintaan.

Konsep serupa berlaku bagi industri perikanan yang mengumpulkan kerang gli pantai New England. “Badai merah” alga yang terkenal di wilayah ini terkadang mengkontaminasi“ sebagian dari pasokan kerang musim tertentu tepat ketika para turis musim panas menginginkannya-dan harga-harga pun meroket. Produksi bahan bakar alternatif seperti etanol dapat bergeser ke arah kompetisi murni, sebagaimana dibahas pada fitur “Coba & Gagal.”

Kompetisi monopolistik (monopolistic competition) adalah struktur pasar, seperti ritel, Yang di dalamnya sejumlah besar pembeli dan penjual saling bertukar produk-produk yang berbeda-beda (heterogen) sehingga setiap partisipan sedikit banyak mengendalikan harga. Penjual dapat mendiferensiasikan produknya dengan produk saingan berdasarkan pada harga kualitas, atau fitur lain. Dalam industri yang bercirikan kompetisi monopolistik, relatif mudah di bagi perusahaan untuk meinulai atau berhenti menjual barang atau jasa.

Pasar Oligopoli adalah pasar yang di dalamnya relatif sedikit penjual yang berkompetisi dan biaya pendirian perusahaan yang tinggi menjadi penghalang masuknya kompetitor baru. Di beberapa industri oligopolistis, seperti kertas dan baja, para kompetitor menawarkan produk serupa.

Di industri lain, seperti pesawat terbang dan mobil, mereka menjual modelmodel dan fitur-fitur berbeda. Investasi besar yang dibutuhkan untuk memasuki pasar oligopoli cenderung menyurutkan langkah kompetitor baru.

Terbatasnya jumlah penjual juga memperkokoh kendali perusahaanperusahaan ini atas harga. Produk-produk yang berkompetisi dalam oligopoli biasanya dijual dengan harga yang amat serupa karena kompetisi harga substansial akan mengurangi keuntuhgan semua perusahaan di industri tersebut. Oleh karena itu, penurunan harga oleh satu perusahaan dalam oligopoli biasanya akan dihadapi oleh kompetitornya.

Namun,.harga-harga dapat beragam dari satu pasar ke pasar lainnya, dan juga dari satu negara ke negara lain. Semen merupakan produk lain dalam oligopoli. Cemex SA, perusahaan yang berbasis di Meksiko, adalah produsen semen terbesar ketiga di dunia dan pemasok semen terbesar di Amerika Serikat maupun Meksiko. Cemex SA memiliki 60 persen pangsa pasar di Meksiko. Semen biasanya dijual secara partai di Amerika Serikat, seperti komoditas. Namun, semen dijualsebagai produk bermerek di Meksiko.

Cemex juga merupakan produsen beton terbesar  di Meksiko; yang dibuat dari semen. Karena Cemex memiliki sedikit atau tanpa saingan di Meksiko, para individu dan pembangun akhirnya sering membayar harga lebih mahal Untuk produk-produknya.

Namun, dominasi seperti itu dapat menimbulkan kelemahan. Setelah mengakuisisi perusahaan semen Australia, Rinker, Cemefc diawasi. dengan ketat oleh Departemen Kehakiman AS karena berpotensi monopoli, yang dibahas berikutnya.l3

B. Ekonomi Terencana: Sosialisme dan Komunisme 

Dalam ekonomi terencana (planned economy). kontrol pemerintah menentukan kepemilikan, keuntungan. dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan pemerintah, bukan tujuan perusahaan-perusahaan indnulual Dua bentuk ekonomi terencana adalah komunisme dan sosialisme.

Satu jenis ekonomi terencana adalah sosialisme. Sosialisme (socialism) memiliki ciri kepemilikan dan pengoperasian industri besar. seperti layanan kesehatan dan komunikasi oleh pemerintah.

kaum sosialis berpendapat bahwa industri besar terlalu penting bagi masyarakat untuk diberikan ke tangan pihak swasta dan bahwa perusahaan milik pemerintah dapat melayani kepentingan masyarakat secara lebih baik daripada perusahaan swasta.

Namun, sosialisme memperbolehkan kepemilikan swasta di industri industri yang dipandang tidak begitu krusial bagi kesejahteraan sosial, misalnya toko ritel, restoran, sejumlah fasilitas manufaktur. Negara-negara Skandinavia, seperti Denmark, Swedia, dan Finlandia memiliki fitur sosialis di masyarakat mereka, begitu pula dengan beberapa negara di Afrika dan India.

Tulisan-tulisan Karl Marx pada era pertengahan 1800-an menjadi basis bagi teori komunis. Marx percaya bahwa ekonomi perusahaan swasta melahirkan kondisi tidak adil dan menimbulkan eksploitasi terhadap pekerja karena pemilik perusahaan menguasai hampir semUa sumber daya masyarakat dan meraup sebagian besar manfaat ekonomi. Sebaliknya, ia mencetuskan suatu sistem ekonomi yang disebut komunisme (communism), yang di dalamnya

semua kepemilikan dibagi rata oleh anggota masyarakat di bawah arahan pemerintah pusat yang kuat. Marx percaya bahwa penghapusan kepemilikan properti dan perusahaan swasta akan memastikan lahirnya masyarakat tanpa kelas yang akan menguntungkan semua pihak Tiap-tiap individu akan berkontribusi terhadap kesuksesan ekonomi negara secara keseluruhan dan sumber daya akan didistribusikan sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap orang.

Dalam komunisme, pemerintah pusat memiliki sarana produksi, dan warga bekerja untuk perusahaan milik negara. Pemerintah menentukan apa yang boleh dibeli warga karena pemerintah juga menentukan barang yang diproduksi di pabrik-pabrik dan lahan pertanian negara.

Sejumlah negara mengadopsi sistem ekonomi mirip komunis pada awal Abad ke-20 dalam upaya memperbaiki penindasan yang mereka yakini terjadi dalam sistem sebelumnya. Namun, dalam praktiknya, pemerintah-pemerintah baru ini umumnya memberikan lebih sedikit pilihan dalam hal pekerjaan dan perdagangan. Pemerintah-pemerintah ini dapat disebut paling tepat sebagai sosialisme totaliter. Negara-negara ini sering keliru mengalokasikan sumber

daya untuk berkompetisi dengan pasar global yang berkembang. Monopoli yang dimiliki oleh pemerintah sering menderita akibat ketidakefisienan.

C. Ekonomi Pasar Campuran 

Sistem perusahaan swasta dan ekonomi terencana pada dasarnya mengadopsi dua pendekatan yang bertolak belakang dalam menjalankan perekonomian. Namun kenyataannya, banyak negara menjalankan ekonomi pasar campuran (mixed market economies), yaitu sistem ekonomi yang mengambil pendekatan dari kedua jenis ekonomi, dengan kadar berbedabeda.

Di negara-negara yang dianggap menerapkan sistem perusahaan swasta, perusahaan milik negara banyak beroperasi bersama perusahaan swasta. Di Amerika Serikat, program program, seperti Medicare dijalankan oleh pemerintah. Keputusan-keputusan penting yang harus diambil oleh para pejabat Medicare harus disetujui oleh Kongres, sebagaimana dijelaskan pada fitur “Memecahkan Kontroversi Etis.”

Prancis telah memadukan kebijakan-kebijakan sosialis dan perusahaan bebas selama ratusan tahun. Produksi energi, transportasi publik, dan industri pertahanan negara itu dijalankan sebagai industri milik negara, yang dikendalikan oleh pemerintah. Sementara itu.

ekonomi pasar berjalan dengan baik di industri-industri lain. Selama dua dekade terakhir. pemerintah Prancis melonggarkan kendali perusahaan-perusahaan milik negaranya, yang mengundang kompetisi maupun investasi swasta ke industri-industri yang sebelumnya dijalankan sebagai monopoli pemerintah.

3xploi7 Team

0 Response to "Perbedaan Sistem Ekonomi Kapitalis, Sosialis dan Campuran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel


Kunjungi Terus " 3xploi7 " untuk update menarik selanjutnya

Simak Update Artikel menarik disini, Stay toon !! 3xploi7.com
Jangan sampai Terlewatkan.
 • Join Grup Team : 

 • Update Konten Unik Lainnya di : 
 Instagram
— Twitter

 • Tonton video kami di : 

 Youtube