Pertempuran Shumshu: Membongkar Ketidakmampuan Militer Soviet Melancarkan Pendaratan Amfibi Terhadap Jepang - 3xploi7 BuG

Pertempuran Shumshu: Membongkar Ketidakmampuan Militer Soviet Melancarkan Pendaratan Amfibi Terhadap Jepang

Pertempuran Shumshu: Membongkar Ketidakmampuan Militer Soviet Melancarkan Pendaratan Amfibi Terhadap Jepang - Pada awalnya, Soviet enggan berpartisipasi dalam perang melawan Jepang dengan adanya pakta non-agresi dan serangan Jerman yang sudah terlebih dahulu menguras sumber daya mereka.

Namun Soviet kemudian sepakat untuk bergabung dalam perang melawan Jepang tiga bulan setelah Jerman kalah, serta meminta sejumlah peralatan dan persediaan militer kepada US agar mereka dapat membangun kapabilitas maupun kapasitas militer untuk melancarkan operasi melawan Jepang.

US menginisiasi Project Hula untuk memberikan sejumlah alutsista kepada Soviet yang akan digunakan untuk menginvasi Jepang, termasuk di antaranya landing craft, minesweeper serta frigate. Hingga musim panas 1945, sebanyak 149 kapal telah dikirimkan dari goal sebanyak 180 kapal sebelum November 1945. Soviet akhirnya menyatakan perang melawan Jepang pada 8 Agustus 1945, diawali dengan operasi ofensif di Manchuria.

Malam tanggal 15 Agustus 1945, Soviet memulai pergerakan untuk merebut pulau-pulau di bagian utara Jepang. Marshal A. M. Vasilevsky selaku komandan tertinggi angkatan bersenjata Soviet di kawasan Far East menurunkan perintah kepada General M. A. Purkayev dari Red Army serta Admiral Ivan S. Yumashev dari AL Soviet untuk melancarkan pendudukan terhadap Pulau Shumshu dan Pulau Paramushir, di bagian utara Kepulauan Kuril.

Tanggung jawab pelaksanaan operasi jatuh kepada komandan angkatan laut dan angkatan darat di daerah Kamchatka Peninsula, yaitu , Major General A. R. Gnechko serta Captain 1st Rank Dmitri G.
Ponomarev.

Perintah yang diberikan adalah untuk menyusun kekuatan penyerang dari satuan-satuan di daerah mereka dan mendaratkan kekuatan tersebut di Shumshu hanya dalam waktu 48 jam (17 Agustus).

Deadline yang diberikan tersebut sebenarnya mepet, mengingat kondisi perairan sejauh 170 mil di antara staging area di Petropavlovsk hingga ke Pulau Shumshu sendiri sangat berkabut dengan perkiraan waktu navigasi setidaknya 24 jam, sehingga mereka hanya punya 24 jam sebelumnya untuk mengorganisasi pasukan, menjabarkan misi mereka serta memuat mereka ke landing ship, transport maupun self-propelled barge.

Gnechko meminta perpanjangan waktu selama 24 jam lagi dan dituruti, sehingga deadline operasi pendaratan bergeser ke tanggal 18 Agustus 1945. Namun pada pukul 18.00 tanggal 16 Agustus semua pasukan, persediaan serta peralatan telah dimuat sehingga ada waktu lebih yang kemudian dimanfaatkan untuk meningkatkan komunikasi antar cabang angkatan bersenjata yang terlibat.

Kekuatan yang dikerahkan relatif kecil, yaitu dua rifle regiment dengan reinforcement serta satu naval infantry battalion dengan jumlah total personnel 8,824 officer maupun enlisted. Perkiraan jumlah lawan dari intelijen Soviet adalah 8,500 personnel dari 9lst Infantry Division di Shumshu serta reinforcement sejumlah 15,000 personnel dari Pulau Paramushir. Pihak Soviet menghadapi beberapa kekurangan dibandingkan dengan pihak Jepang:

-Jepang memiliki keunggulan kuantitas personnel dengan rasio 3:1

-Jepang dapat mendatangkan 77 tank, Soviet tidak dapat mendatangkan dukungan lapis baja.

-Soviet memiliki mortar dan artileri untuk bantuan tembakan dari darat, namun senjata-senjata tersebut tidak dapat digunakan kecuali pasukan Soviet dapat mengamankan beachhead. Sebelum beachhead bisa didirikan, Gnechko harus mengandalkan battery empat meriam 130 mm di Cape Lopatka yang menembak sejauh 12 km.

-Karena kondisi cuaca buruk, intai udara Soviet sangat terbatas.

-Jumlah naval gunfire support untuk operasi pendaratan ini sangat sedikit. Kapal terbesar yaitu minesweeper Okhotsk hanya memiliki tiga meriam 130mm dan dua meriam 76,2 mm. Terlebih lagi efektivitas naval gunfire support dari kapal-kapal Soviet yang lebih kecil diragukan karena arus yang kuat di First Kuril Strait serta tembakan balasan dari shore battery Jepang.

Satu-satunya obat penenang atas segala kekurangan tersebut adalah informasi dari intelijen Soviet yang mengatakan bahwa kekuatan darat Jepang di Kuril sudah terdemoralisasi, karena Jewel Voice Broadcast yang disiarkan pada tanggal 15 Agustus. Gnechko akhirnya memutuskan untuk mengkonsentrasikan serangan di satu area pendaratan saja.
Pertempuran Shumshu: Membongkar Ketidakmampuan Militer Soviet Melancarkan Pendaratan Amfibi Terhadap Jepang

Operasi dimulai pada pukul 05.00 tanggal 17 Agustus. Penyeberangan memakan waktu 21 jam sebelum kekuatan penyerang memasuki First Kuril Strait dan mengambil posisi di Cape Kokutan dan Cape Kotomari. Gelombang serangan pertama yang terdiri atas 1,000 orang dari naval infantry battalion sampai ke pesisir pada pukul 04.30 tanggal 18 Agustus.

Pendaratan ini mengejutkan pasukan Jepang dan menyebabkan mereka melakukan perlawanan yang tidak terorganisasi, namun pasukan Soviet tidak dapat memanfaatkan kekacauan di pihak lawan karena kurangnya latihan amfibi maupun pengalaman tempur taktis.

Satuan-satuan kecil merangsek langsung ke dalam pulau tak terkoordinasi dan bukannya mengamankan pantai.

Dalam waktu sejam pertama, senapan-senapan mesin Jepang yang ditempatkan di foxhole maupun pillbox mulai menimbulkan korban dalam jumlah yang besar di pihak Soviet. Terlebih lagi karena Soviet terlambat menghancurkan shore battery Jepang, meriam-meriam tersebut mulai menyalak dan menyasar kapal-kapal Soviet di posisi lepas pantai yang mulai memasuki jarak jangkau mereka.

Usaha Soviet untuk menghancurkan shore battery tersebut juga dihadang perlawanan yang keras dari Jepang. Seperti yang dikhawatirkan Gnechko, naval gunfire support Soviet tidak efektif disebabkan oleh hampir tidak adanya komunikasi dengan pasukan di darat.

Shore battery Jepang kemudian menmebaki kekuatan amfibi pembawa gelombang serangan kedua, yang terdiri dari 16 kapal LCI(L) buatan US yang diberikan dari Project Hula. Kapal-kapal tersebut mulai mendekat pada pukul 05.30 dan kemudian buru-buru menurunkan gelombang kedua pada pukul 09.00. Lima dari kapal-kapal tersebut yaitu DS-1 (ex-USS LCI(L)-672), DS-5 (ex-USS LCI(L)-525), DS-9 (ex-USS LCI(L)-554), DS-43 (ex-USS LCI(L)-943), dan DS-47 (ex-USS LCI(L)-671) hancur dihajar shore battery Jepang. Yang lebih parah, gelombang kedua yang berhasil didaratkan tidak memiliki semua artileri dan mortar mereka, serta mayoritas radio mereka.

Pada pukul 06.00, beberapa satuan dari gelombang pertama sempat mencoba menghancurkan shore battery Jepang di Cape Kokutan. Upaya ini gagal karena jumlah yang terlalu kecil maupun posisi pasukan Soviet yang rendah dan posisi Jepang yang lebih tinggi. Saat Soviet ditembaki dan pinned down, Jepang melakukan serangan balik dengan infantri dan 20 tank.

Serangan tersebut gagal menghancurkan naval infantry Soviet yang berhasil menghancurkan 15 tank dan kemudian menyerbu ke atas, namun dipukul mundur sebelum mencapai posisi Jepang.

Akhirnya komunikasi dapat disambungkan antara satuan-satuan Soviet di Shumshu dan kapal penyerang serta artileri di Cape Lopatka pada pukul 09.10. Tembakan dari Cape Lopatka akurat dan dapat memancing musuh untuk keluar dan melakukan serangan balasan berkali-kali. Naval infantry Soviet dapat bertahan melawan Jepang meskipun memerlukan reinforcement dan resupply.

Soviet mendapatkan dukungan udara di sore hari karena cuaca membaik, dan alur reinforcement Jepang ke Shumshu berhenti setelah serangan ke pangkalan AL Jepang di Paramushir. Jumlah korban pasukan Jepang yang melancarkan serangan balasan meningkat setelah koordinasi antara elemen penyerang, kapal pendukung dan pesawat Soviet membaik.

Hingga malam pertama, pasukan Soviet yang akhirnya didukung mortar dan artileri berhasil mempertahankan beachhead dengan panjang 4 km dan jarak sejauh 5-6 km. Soviet melancarkan beberapa serangan malam dan berhasil menghancurkan pasukan Jepang yang mempertahankan shore battery.

Gnechko berencana untuk menghancurkan semua perlawanan Jepang di Shumshu pada keesokan harinya dan pada pagi tanggal 19 Agustus, artileri berat telah didatangkan ke pesisir. Perwakilan dari 91st Division Jepang mendatangi Soviet jam 09.00 pagi dan mengabarkan bahwa sesuai perintah dari komando atas, pasukan Jepang akan berhenti bertempur pada pukul 16.00. Satuan-satuan kecil pasukan Jepang pun juga sudah mulai menyerah pada waktu itu.

Garnisun-garnisun yang mempertahankan Shumshu, Paramushir serta Pulau Onekotan menandatangani perjanjian menyerah tanpa syarat pada pukul 18.00, namun pertempuran sporadis masih berlanjut hingga tanggal 23 Agustus 1945. Setelah berhasil menduduki Shumshu dan Paramushir, sisa Kepulauan Kuril dapat diduduki Soviet dengan mudah.

Totalnya, korban di pihak Soviet mencapai angka 1,567 personnel termasuk 516 yang terbunuh. Korban di pihak Jepang mencapai angka 1,018 dan ini adalah satu-satunya kejadian di bulan Agustus 1945 dimana korban total Soviet lebih banyak dari Jepang di dalam pertempuran.

Pertempuran Shumshu menjadi sebuah model bagi perwira-perwira Soviet yang mengatakan bahwa operasi tersebut menggambarkan sulitnya melancarkan invasi amfibi ke wilayah lawan, serta kurangnya pengalaman maupun kapabilitas Soviet dalam melancarkan operasi-operasi seperti itu.

Militer Soviet menjadi meragukan keberhasilan mereka bila harus melancarkan invasi langsung terhadap Home Island Jepang yaitu Hokkaido, yang pertahanannya jelas akan lebih alot ketimbang beberapa pulau kecil di bagian utara.

Dengan kurangnya pengalaman yang tidak bisa diperbaiki dalam sekejap mata serta kecilnya jumlah aset-aset pendarat Soviet dibandingkan apa yang disiapkan US dan UK untuk Operation Downfall, porsi besar perlawanan terhadap militer Jepang langsung di mainland mereka nampaknya kembali akan diemban oleh US dan UK serta negara-negara Commonwealth yang sebelumnya telah berpartisipasi dalam operasi landing terbesar yaitu Operation Overlord.

Lihat juga :

Ada pertanyaan? Silahkan komentar

Posting Komentar

Tambahkan komentar disini

Iklan Atas Artikel

3xploi7 1

3xploi7 2

Iklan Bawah Artikel

Stay toon disini ya karena artikel akan selalu di update.
Kalau ada masalah silahkan gabung grup
Kunjungi Terus " 3xploi7 " untuk update menarik selanjutnya, Jangan sampai Terlewatkan.
• Join Grup Team :
— Facebook Grup ( 5.325 Anggota )
— Jasa Kebutuhan Sosmed : Disini